Jumat, 14 Februari 2014

Day 1 : Winter Korea Trip - Seoul

Sekitar pukul 10 usai melewati imigrasi Incheon dan memakai outfit winter, langsung kami
mencari gerai seven eleven untuk membeli T money Card. Kami membeli T money dengan
Gyeongbokgung Palace
isi 30rb won. Keluar dari bandara menuju station disambut dengan suhu -5c dan sedikit hujan salju, good way to start my trip :). Dari Incheon ke Seoul, kita bisa naik Airport Limousin bus seharga 10.000 won dan AREX. Untuk Arex sendiri ada 2 tipe, tipe pertama seharga 10rb won kereta ini langsung tanpa berhenti menuju Seoul Station. Sedang tipe kedua seharga 3rb won, berhenti di tiap station dengan pemberhentian terakhir juga Seoul Station.

  1. Check In di Zaza Backpacker hostel : Myeongdong station Exit 2 – Seoul Subway Line 4.   Setelah menempuh perjalanan panjang dari Incheon dibumbui dengan drama menggeret koper naik turun kereta akhirnya sampai juga di hostel ini. Letaknya dekat dengan Myeongdong shopping arcade. Cukup berjalan kaki 5 menit dari subway station. Hostel ini cukup imut alias kecil tapi bersih dan hangat, para staf hostel nya pun ramah nan ganteng. Rate untuk 1 isi 4 bed adalah 95rb won. Usai taruh barang di kamar dan sarapan sekaligus makan siang dengan bekal bakso tahu (iya bener, temen saya ada yang sempet banget goreng bakso tahu buat bekal). 
    Kamar @ Zaza Backpacker
  2. Gyeongbokgung Palace : Gyeongbokgung Palace station Exit 5 – Seoul Subway Line 3. Merupakan istana utama dan terbesar dibangun di Dinasti Joseon pada tahun 1395. Dengan membayar tiket masuk 3rb won, dapat berkeliling seluruh wilayah istana dan juga disediakan volunteered guide yang akan menjelaskan mengenai sejarah istana. Pas kami sampai disana, upacara pergantian penjaga yang terakhir untuk hari itu sedang akan dimulai. Saya cukup heran melihat para penjaga yang posturnya tinggi, curiga sepatu mereka ada hidden wedges d bagian dalamnya. Istana ini tutup tiap hari selasa dan upacara pergantian penjaga berlangsung setiap 1 jam sekali dari pukul 10 dan yang terakhir pukul 3 sore.
    Royal Guard Changing Ceremony



    Usai menonton upacara pergantian penjaga dan membeli tiket masuk, kami masuk dan langsung didampingi adek2 volunteered guide yang pinter banget menjelaskan dalam bahasa inggris, mereka masih SD dan SMP lohh. Tangan mulai kebas, kedinginan dan susah pencet shutter kamera. Sepertinya kami weather shock *halah, melihat kami yang kedinginan adek2 guide menyarankan kami untuk masuk ke museum untuk menghangatkan diri. Didalam museum, kami tidak melihat-lihat koleksi museum melainkan hanya duduk-duduk istirahat sambil minum hot choco. Hot choco di cuaca dingin cukup untuk menghangatkan badan tapi tetap tidak bisa menghangatkan hati yang dingin ini..wkwkwk. Pukul 5 sore museum tutup dan kami melanjutkan jalan-jalan di Gwanghwamun square. 
    Our Guide.Baru SMP aja uda setinggi itu
    The National Folk Museum

    Ga ngerti maksud dari patung ini apa, yang pasti agak pervie yak :D
  3. Patung King Sejong : Menyeberangi jalan di depan pintu gerbang Gyeongbokgung Palace terdapat Patung king Sejong. King Sejong adalah Raja ke 4 dan paling dihormati pada dinasti Joseon. King Sejong inilah yang menciptakan tulisan Hangeul.
    The Great King Sejong
     
  4. Cheonggyecheon Stream : Berjalan lurus dan menyeberang subway tunnel, sampailah kita di Cheonggyecheon stream. Jaman dulunya ini merupakan drainage system, waterway ini panjangnya sekitar 6 km. Bisa gempor kalau mau menyusuri dari ujung ke ujung. Area sekitar Gyeongbokgung, Patung King Sejong dan Cheonggyecheon stream ini disebut Gwanghwamun Square. 
  5. Doota : Dongdaemun History & Culture Park Station exit 14 – Seoul Subway line 2, 4, 5.   Atas rekomendasi teman, di lantai 5 shopping centre Doota ada 2 toko suvenir yang letaknya berdampingan dengan harga cukup terjangkau tanpa harus tawar-menawar seperti di namdaemun market dan penjaga tokonya bisa bahasa indonesia loh. 
    anginnya..wusshh..pulang kerokan
Usai dari Doota kami memutuskan untuk kembali ke hostel, tidak banyak tempat yang kami datangi karena suhu yang sangat dingin dan badan kami belum terbiasa. Mengecek accuweather dan ternyata suhu malam itu -7oc, errr pantess. Malam itu sebagai makan malam, kami beli nasi putih siap makan di sevel yang cukup dihangatkan di microwave dengan lauk dendeng yang kami bawa dari Indonesia, Irit dan Halal.








2 komentar:

  1. hai mbak,,
    mau tanya donk.. itu winter outfitnya dibeli di surabaya kah?
    klo iya bole tau beli dimana? yg harga terjangkau?
    hehehe
    thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo coat saya beli di mango pas lagi diskon gede. kalo sarung tangan dan syal saya beli di toko djohan, mangga dua jakarta pas skalian urus visa di Jakarta. di Surabaya belum nemu toko perlengkapan musim dingin dengan harga terjangkau

      Hapus